April, Pusat Logistik Berikat Jatim Hub Beroperasi di Puspa Agro

PUSPA AGRO>> Pengembangan industri berikat dan usaha kecil menengah (UKM) menjadi salah satu prioritas kerja selama 99 hari pertama Pemprov Jatim di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Karena itu, sosialisasi bertajuk “East Java Smart and Innovate Economic Router Pra-Launching” diberikan kepada para pelaku UKM Jatim di area pusat perdagangan agro Puspa Agro, Sabtu (16/3/2019)

Langkah konkretnya mengembangkan Pusat Logistik Berikat (PLB) Jatim Hub yang pengelolaannya ditempatkan di area Puspa Agro di Desa Jemundo, Taman, Sidoarjo. PLB baru ini diproyeksikan sudah bisa dioperasikan April 2019.

“Ini salah satu program yang digagas Bu Khofifah di Pemprov Jatim. Kita ingin produk-produk UKM di Jawa Timur terus didukung untuk bisa berkembang,” kata Dirut PT Jatim Grha Utama (JGU), salah satu BUMD Pemprov Jatim, Mirsa Muttaqien, dalam diskusi dengan para pelaku UKM Jatim di Puspa Agro itu.

Sementara bakal beroperasinya PLB Jatim Hub di kawasan Puspa Agro mendapat sambutan hangat dari para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Ketua Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha (Forkas) Jatim Nur Cahyudi mengungkapkan, sebenarnya ada beberapa PLB di Jatim. Namun, belum banyak pelaku UKM yang memanfaatkannya. Padahal, kebutuhan pelaku usaha terhadap barang modal maupun bahan baku impor sangat tinggi, terutama yang tidak bisa didapatkan dari dalam negeri.

PLB, katanya, merupakan gudang logistik multifungsi dengan kemudahan fasilitas perpajakan. Kemudahan itu berupa penundaan pembayaran bea masuk dan pajak sampai barang itu keluar dari area PLB. Bahkan, barang bisa disimpan di dalam PLB selama tiga tahun dan bisa dikeluarkan sesuai dengan kebutuhan.

Ia menambahkan, keberadaan PLB membuat biaya operasional perusahaan lebih efisien. Sebab, komponen biaya logistik bisa ditekan, biaya produksi juga akan menurun. Pada gilirannya, daya saing produk bisa meningkat.

Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Jatim, Winyoto Gunawan mengungkapkan, Jatim Hub dapat dimanfaatkan semua bidang usaha, mulai persepatuan, tekstil, mebel, hingga produk perikanan.

Khusus industri sepatu, lanjut dia, ada 50 perusahaan yang berpotensi memanfaatkan PLB tersebut karena belum semuanya melakukan impor.

“Di Singapura, tempat seperti PLB ini bisa untuk kegiatan produksi. Mulai awal kedatangan bahan baku hingga produk tersebut dilabeli made in Indonesia, lalu diekspor kembali. Sebenarnya ini bisa diterapkan di Indonesia,” katanya.

Sesuai dengan persyaratan PLB yang minimal satu hektare, PLB Jatim Hub di Puspa Agro bakal menempati lahan 1,2 hektare.

Di tempat yang sama, Executive Committee Jatim Hub, Bambang Dwi Harijadi, menyebutkan, selain untuk PLB, di area Puspa Agro akan dijadikan pusat pameran UKM. Hal ini sesuai dengan kerja sama Pemprov Jawa Timur dan pihak konsorsium.

’’Produk-produk UKM lokal yang berkualitas bakal dipamerkan di sini. Para pelaku UKM se-Jawa Timur bisa melihat bahan baku dan mesin yang mereka butuhkan dengan harga murah,” kata dia. (sto/jpnn/kot)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*