Diawali Dari Madiun, Pelatihan dan Lomba Hidroponik Berakhir di Surabaya

  • Putaran I Selesai, Dilanjutkan 2019, Diikuti Siswa SMA/SMK dan Guru Se-Jatim

 

PUSPA AGRO>> Tim Pelatihan dan Lomba Hidroponik antarsekolah se-Jatim mengakhiri putaran pertama programnya sebagai pilot project di Surabaya. Diharapkan, pelaksanaan program kerja sama Dinas Pendidikan Provinsi Jatim dengan PT Puspa Agro ini, kembali bergulir awal tahun 2019.

Dengan misi, di antaranya menyiapkan generasi agropreneur dari kawula muda, program Pelatihan dan Lomba Hidroponik Antar-Sekolah Se-Jatim diawali dari kota Madiun, 24 September 2018. Tim lalu bergerak membakar semangat dan melatih para siswa SMA/SMK di Jember, Lumajang, Jombang, dan Ponorogo.

Tim kembali memotivasi dan memberikan pelatihan kepada siswa-siswa SMA/SMK di wilayah Kab. Ngawi dan diteruskan ke Bojonegoro pada 17-18 Oktober 2018. Dari kawasan Pantura, tim kembali ke daerah Mataraman dengan memberikan pelatihan dan lomba hidroponik kepada siswa-siswa di Trenggalek , Tulungagung, dan Kediri-Blitar.

Dari kota tahu ini pelatihan bergesar ke Mojokerto, Tuban, dan Lamongan. Putaran pertama program ini lalu berakhir di aula Cabang Dinas Pendidikan wilayah Surabaya di Jl. Jagir Wonokromo, Rabu, 21 November 2018. Pada pelatihan terakhir putaran pertama ini, siswa SMA/SMK yang mengikuti pelatihan dan lomba beras dari Probolinggo, Malang, Gresik, dan Bangkalan.

“Ini program sangat bagus karena tidak hanya memberikan bekal pengetahuan, tetapi sekaligus keterampilan sebagai bekal anak-anak untuk mandiri secara ekonomi. Moga-moga program ini terus berlanjut dengan menjangkau sekolah atau siswa lebih banyak lagi. Dan, kepada anak-anak, saya minta program ini diikuti sebaik-baiknya, karena manfaatnya kembali kepada kalian. Kalian siap?” ujar Kepala Cabang DInas Pendidikan Wilayah Surabaya, Dr Sukaryanto, MSi, menyemangati peserta.

Pelatihan yang dibimbing oleh tim khusus bentukan PT Puspa Agro (Grup BUMD milik Pemprov Jatim) ini tidak sekadar memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang hidroponik. Lebih dari itu, peserta dikawal hingga mampu mempraktikkan budi daya sayur dengan sistem hidroponik, mulai tahapan membuat instalasi, semai hingga panen. Karena itu, usai pelatihan sehari, tim memberikan pendampingan secara on line selama 35 hari.

Untuk menguji keseriusan peserta, kata Ketua Panitia yang juga Kahumas Puspa Agro, Suhartoko pelatihan juga dibarengi dengan lomba yang memperebutkan trofi dan hadiah uang pembinaan dari Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur. Laporan progres budi daya hidroponik hasil pelatihan wajib dilaporkan kepada tim sepekan sekali lewat grup WA yang dibentuk oleh tim. Forum itu sekaligus disiapkan sebagai media komunikasi dan konsultasi oleh peserta kepada tim ahli.

Tentang materi pelatihan, meliputi dasar-dasar hidroponik, pengenalan media hidroponik, praktik pembuatan instalasi hidroponik, persemaian, aplikasi nutrisi, dan membuat produk olahan tanaman hidroponik. Pelatihan diberikani karena menyadari makin jauhnya sebagian masyarakat dari dunia pertanian, terutama para kawula mudanya. Karena itu, pelatihan hidroponik diberikan kepadapara  pelajar dan guru  SMA/SMK se-Jatim.  (sha)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*