Dongkrak Kinerja Perdagangan, Puspa Agro Giat Lakukan Sinergi Bisnis

PUSPAAGRO>> Memasuki tren pandemi Covid-19 yang terus melandai belakangan ini, manajemen Puspa Agro kini giat menjalin kerja sama perdagangan. Salah satunya, mengembangkan kerja sama dan sinergi bisnis dengan tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sekaligus.

Ketiga BUMD yang sepakat menjalin kerja sama bisnis dengan Puspa Agro adalah Perumda Perkebunan Panglungan Kabupaten Jombang, Perumda Tugu Aneka Usaha Kota Malang, dan Perumda Pasar Jogoboyo Kota Kediri. Nota kesepahaman (MoU/Memorandum of Understanding) dengan ketiga BUMD tersebut ditandatangani di kantor Puspa Agro, Selasa (5/10/2021) lalu.

“MoU ini merupakan langkah awal untuk menggairahkan bisnis sekaligus memperkuat sinergi antar-BUMD di Jatim. Selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan kesepakatan kerja sama yang lebih teknis,” ujar Dirut Puspa Agro, M.Diah Agus Muslim, beberapa saat menjelang  penandatanganan MoU.

Komitmen kerja sama perdagangan juga dilakukan Puspa Agro dengan Asosiasi Pedagang Antar-Pulau (Apal) dan Induk Koperasi Pasar (Inkoppas). Berbagai komoditas dijajaki untuk dikerjasamakan. Untuk merealisasikan kerja sama itu, Jumat (8/10/2021) kedua kelompok bisnis ini bertandang ke Puspa Agro. Mereka ditemui langsung Dirut Puspa Agro, M.Diah Agus Muslim.

Seperti diketahui, selama masa pandemi Covid-19 yang telah berlangsung dua tahunan, secara umum kinerja perusahaan di semua sektor nyaris terkena dampaknya. Karena itu, begitu tren pandemi reda, berbagai terobosan bisnis dilakukan untuk mendongkrak kembali kinerja yang sempat menurun.

Menurut Agus, sejumlah komoditas pertanian, baik pangan, perkebunan, perikanan, juga peternakan, bisa dikerjasamakan dengan Puspa Agro. Sebab, selama ini Puspa Agro banyak memasok aneka komoditas kepada mitra bisnisnya, baik di wilayah Jatim maupun di kawasan Timur Indonesia.

Di sisi lain, lanjut Agus, pihaknya jutga akan menggandeng BUMDes di berbagai daerah di Jatim. Selain menangani pendistribusian barang, BUMDes juga memiliki jaringan pemasaran di daerah masing-masing.

“Kami sudah keliling ke berbagai daerah. Potensi BUMDes cukup besar kalau kita manfaatkan, jumlahnya bisa ratusan. Dan, itu pasar riil. Ini bisa memaksimalkan perdagangan karena mereka tahu persis kondisi daerah masing-masing,” uangkap Agus. (sha)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*