Gandeng Dinas Pendidikan, Puspa Agro Siapkan Pelatihan dan Lomba Hidroponik Siswa SMA Se-Jatim

Dirut Puspa Agro Abdullah MUchibuddin (kiri) dan Kadis Pendidikan Jatim Syaiful Rachman seusai penandatanganan MoU.

PUSPA AGRO >> Menyadari makin jauhnya sebagian masyarakat dari dunia pertanian, manajemen Puspa Agro melakukan terobosan untuk menjadikan profesi petani sebagai kebanggan kaum muda. Bersama Dinas Pendidikan Jatim, Puspa Agro siap memberikan pendidikan dan pelatihan (Diklat) bertani dengan sistem hidroponik  kepada pelajar SMA/SMK se-Jatim.

Diklat tidak hanya fokus pada pemberian pengetahuan bercocok tanam, tetapi langsung praktik. Tidak hanya itu, peserta juga akan mendapatkan pendampingan hingga mengelola hasil panen dan pemasarannya. Untuk mengapresiasi keseriusan mereka dalam bertani hidroponik, juga digelar lomba hidroponik tingkat kabupaten/kota dan provinsi.

Green house hidroponik di Puspa Agro.

Komitmen pemberdayaan kaum muda untuk mengakrabi pertanian dan bisnis hidroponik dikuatkan dengan penandatanganan kesepakatan kerja sama (MoU) PT Puspa Agro dan Dinas Pendidikan Jatim di kantor Dinas Pendidikan Jatim, Jl. Gentengkali Surabaya, 10 Agustus 2018.

Menurut Dirut Puspa Agro, Abdullah Muchibuddin, mengatakan, hidroponik merupakan solusi yang cukup efektif menyikapi fenomena makin langkanya generasi muda menggeluti sektor pertanian.  Sebab, pertanian dengan sistem hidroponik pas dengan karakter kaum muda yang umumnya tidak suka jika badannya kotor kena lumpur ketika bertani.

“Kita coba menanamkan jiwa bangga jadi petani kepada kawula muda lewat bertani hidroponik ini. Nanti tim akan keliling ke sekolah-sekolah untuk memberikan pelatihan,” kata Udin, sapaan akrab Abdullah Muchibuddin, di ruang kerjanya, Senin (27/8/2018).

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Jatim Saiful Rachman minta program ini secepatnya diaplikasikan di lapangan karena manfaatkan sangat bagus. Ia minta para Kepala Dinas Pendidikan di kabupaten/kota se-Jatim menyosialisasikan program ini ke sekolah-sekolah tingkat SMA/SMK dan PK-PLK (Pendidikan Khusus-Pendidikan Layanan Khusus). Dengan demikian, begitu tim masuk ke daerah untuk memberikan materi pelatihan, semuanya sudah siap.

“Ini program bagus dan tentu menarik bagi anak-anak SMA/SMK. Karena itu, saya minta segera diimplementasikan di lapangan. Kalau perlu yang tingkat SMP juga,” ujar Saiful. (sha)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*