Gubernur Banten Kunjungi Puspa Agro

Gubernur Wahidin Halim (bertopi) bersama Dirut Puspa Agro dan tim komposting.

PUSPA AGRO>> Gubernur Banten Wahidin Halim mengunjungi pusat perdagangan Puspa Agro di Jemundo, Taman, Sidoarjo, Rabu (22/11/2017). Kunjungan itu dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi fisik dan pengelolaan unit-unit usaha Puspa Agro sebelum memesan sejumlah komoditas untuk dikirim ke Banten.

Didampingi sejumlah pejabat Pemprov Banten, di antaranya Asisten Bidang Pembangunan dan Perekonomian, Ino Sutisno Rawita, kedatangan Wahidin Halim disambut oleh Dirut PT Puspa Agro, Abdullah Muchibuddin dan Direktur PT Jatim Grha Utama (holding Puspa Agro), M. Rudiansyah. Tidak banyak basa-basi yang mereka lakukan, tetapi langsung meninjau beberapa unit usaha Puspa Agro.

Di antara yang ditinjau adalah pusat komposting yang bekerja sama dengan EAWAG Swiss, cold storage, dan pusat penelitian bioteknologi Puspa Biotech. Gubernur Wahidin Halim dan sejumlah pejabat Banten berada di Surabaya untuk menghadiri pertemuan gubernur se-Indonesia yang digelar di hotel Shangri-La Surabaya, 21-22 November 2017.

Di sela acara tersebut, Wahidin Halim menyempatkan diri berkunjung ke Puspa Agro terkait rencana Pemprov Banten yang ingin mendapat pasokan telor dan beberapa komoditas (sembako) dari Puspa Agro.  Banyak hal yang ia dapatkan  ketika mengunjungi tiga unit usaha Puspa Agro: komposting, cold storage, dan Puspa Biotech.

“Banyak kandungan protein dalam larva hitam (belatung) yang dikembangbiakkan di unit komposting ini. Proyeksinya untuk pakan ternak,” papar Abdullah Muchibuddin kepada Wahidin Halim dan rombongan.

Rombongan lebih tertegun ketika  menerima  penjelasan tim teknis dan peneliti komposting , Brams Dortmans yang warga Negara Belanda ini dan Audinisa Fadhila. Keduanya menjelaskan bagaimana proses pengembangbiakan larva hitam, mulai pembibitan hingga memasuki masa panen. Tak puas menerima penjelasan, gubernur juga meninjau langsung unit-unit komposting di area Puspa Agro.

“Wah, bagus juga ya,” respon Wahidin Halim sambil manggut-manggut.

Kesan serupa juga nampak ketika memasuki cold storage. Bahkan gubernur yang gemar guyon ini sempat memasuki salah satu ruang di gedung cold storage penyimpanan aneka jenis ikan dengan suhu minus 20 derajat celcius. Dari gedung cold storage rombongan meninjau gedung Puspa Biotek yang dikomandani Eddy Pujobasuki.  Di unit ini, Wahidin Halim lebih banyak mendengar dan minta beberapa pejabat bawahannya untuk mengorek informasi terkait pengembangan bioteknologi yang dikembangkan Puspa Agro.

“Sebenarnya potensi pertanian kita, baik sektor pangan, peternakan, maupun perikanan sangat besar. Disentuh sedikit saja dengan teknologi, hasilnya akan maksimal,” papar Eddy Pujobasuki. (sha)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*