Gubernur Khofifah Minta Taiwan Bantu Kembangkan Pasar Induk Puspa Agro

Delegasi Taiwan bersama Asisten II Bidang Ekbang, Wachid Wahyudi dan direksi JGU dan Puspa Agro.

PUSPA AGRO>> Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berharap, para pengusaha agrobis Taiwan mau membantu manajemen pengelolaan pasar induk Puspa Agro agar lebih maju dan berkembang. Lebih dari itu, Taiwan diharapkan mau menanamkan investasi di Jatim, khususnya di bidang usaha berbasis pertanian.

Harapan itu disampaikan Gubernur Khofifah, seperti diungkapkan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Wachid Wahyudi saat menerima belasan delegasi/rombongan  PT Apolo Agretec International, Taiwan di Gedung Tani Puspa Agro,  Kamis (1/8/2019). Belasan pelaku usaha yang eksis di bidang agribis itu dipimpin Vice Chairman/Head of Delegation, Mr David Y. Cheng. Sementara ketika menerima delegasi bisnis itu, Asisten II didampingi Direktur PT Jatim Grha Utama (JGU), M. Rudiansyah dan Dirut PT Puspa Agro (anak perusahaan JGU, pengelola pasar induk Puspa Agro), Abdullah  Muchibuddin.

“Bu Gubernur sangat berharap agar Taiwan membantu manajemen pasar induk ini, sehingga bisa seperti Taiwan punya,” ujar WachidWahyudi.

Kepada delegasi bisnis Taiwan itu Wachid memaparkan, Puspa Agro di-setting sebagai pasar induk terbesar dan terlengkap di Indonesia.  Namun, dalam perjalanan pengelolaannya, masih perlu berbagai terobosan untuk mengembangkannya. Karena itu, kehadiran para pengusaha Taiwan diharapkan bisa memacu pengembangan pasar induk ini.

Sementara  David Y. Cheng mengatakan, pihaknya siap menjalin kerja sama dan berinvestasi dengan Jatim. Karena itu, sepulang dari kunjungan Jatim, bersama timnya ia akan merumuskan pola kerja sama yang bisa dilakukan di Jatim. Bahkan, ia berharap, timnya bisa dipertemukan dengan para petani di Jatim untuk melihat langsung kondisi lapangan, khususnya di sentra-sentra produksi komoditas agro atau hortikultura.

Direktur PT JGU M. Rudiansah berharap, Taiwan bersedia menjalin kerja sama di bidang riset dan investasi di Jatim, khususnya di sektor agro atau pertanian. Sebab, di sektor itu Jatim mempunyai andil cukup besar dalam berkontribusi di tingkat nasional. Hal itu dikuat oleh banyak sentra-sentra produksi di jatim, mulai komoditas pangan, peternakan, perikanan, juga perkebunan.

Selain dialog di Gedung Tani Puspa Agro, rombongan juga meninjau Puspa Biotek. Di Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi ini, rombongan ditemui  oleh Kepala Puspa Biotek, Eddy Pujobasuki. Dialog seputar pengelolaan Puspa Biotek berlangsung gayeng, sambil mengamati uji coba pengembangan budi daya ikan dengan sistem bioflog, termasuk meninjau ruang laboratorium yang bersebelahan dengan Gedung Tani itu.

Dari Puspa Biotek, rombongan yang dipandu Dirut Puspa Agro, Abdullah Muchibuddin juga meninjau pasar induk, khususnya di gedung yang memperdagangkan aneka buah-buahan. Selanjutnya, Rombangan yang terdiri atas 14 orang itu juga meninjau pengelolaan cold storage di komplek Puspa Agro.  Di gedung cold storage, Mr David Y. Cheng dan rombongan sempat memasuki ruang penyimpangan aneka ikan bersuhu minus 14 derajat itu. Mereka juga masuk ke ruang penyimpanan bibit bawang putih yang lagi dikembangkan Puspa Agro.

Dirut Puspa Agro, Abdullah Muchibuddin, kepada rombongan menjelaskan,  di cold storage yang dikelola Puspa Agro banyak tersimpan berbagai jenis ikan yang dipasok ke perusahaan-perusahaan besar di wilayah Indonesia Timur. Selain itu, Puspa Agro juga banyak memasok ke sejumlah pabrikan, hotel, rumah sakit, juga restoran.

Puspa Agro, lanjutnya, juga mulai mengembangkan komoditas bawang putih yang bekerja sama dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Bahkan saat ini, Puspa Agro juga sudah memiliki sekitar 170 ton bibit bawang putih yang bisa dibeli oleh para petani dan Gapoktan di Jatim. Diharapkan, dalam beberapa tahun ke depan, Jatim bisa swasembada bawang putih dan lepas dari ketergantungan impor komoditas itu. (sto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*