Jahe Puspa Agro Tembus Bangladesh

Jelang ekspor ke Bangladesh.

SURABAYA – Menyusul sukses beberapa komoditas lainnya, pasar induk modern agrobis Puspa Agro kembali berhasil menembus pasar ekspor. Kali ini komoditas jahe gajah dengan tujuan Bangladesh. Sebelumnya –dan berlangsung hingga kini—pelaku bisnis di Puspa Agro secara rutin mengekspor kubis,  rumput laut, kemiri, pinang, kayu manis ke Taiwan, Hong Kong, Malaysia, dam Singapura.

Kamis (12/9/2013), dua pebisnis di Puspa Agro, Herry Prasetyo dan H Rochim melalui Exotic Tropical  Rainforest (ETR) memberangkatkan jahe dari Puspa Agro ke Bangladesh. Sebuah kontainer 40 feetmengangkut jahe itu menuju Bangladesh melalui pelabuhan Tanjung Perak. Rencananya, pengiriman jahe gajah ke Bangladesh ini sebanyak 10 kontainer yang harus tuntas hingga pertengahan Oktober 2013.

“Total yang akan kami kirim ke Bangladesh sebanyak 10 kontainer. Per kontainer bobotnya sekitar 27 ton,” kata Direktur ETR, Herry Prasetyo beberapa saat sebelum pemberangkatan kontainer pengangkut jahe di Puspa Agro, Kamis (12/9/2013).

Dikatakan, untuk memenuhi besarnya permintaan jahe dari Bangladesh, pihaknya bekerja sama dengan para petani produsen di beberapa daerah di Jatim, di antaranya di Ponorogo, Malang, Lumajang, Bondowoso, juga Banyuwangi. Ia memastikan, rencana ekspor jahe ke Bangladesh sebanyak 270 ton ini bisa terealisasi sesuai skedul, sebab stok komoditasnya sudah tersedia.

“Soal barangnya tidak masalah. Stok sudah tersedia dan mampu memenuhi permintaan importirnya,” kata H Rochim menimpali.

Herry menambahkan, dari Puspa Agro, ETR selama ini memang spesialis dan konsisten mengekspor sejumlah komodias hasil bumi atau rempah-rempah. Di antaranya kemiri, pinang, kayu manis, kentang, dan jahe. Adapun negara tujuannya, selain Bangladesh, adalah Malaysia, Singapura, dan beberapa negara di Asia Selatan.

Sementara Direktur PT Puspa Agro, pengelola pasar induk modern agrobis Puspa Agro, Abdullah Muchibuddin, mengatakan,  manajemen yang dipimpinnya terus memfasilitasi dan membuka akses pasar kepada para petani dan pedagang yang selama ini berbisnis di pasar induk yang diproyeksikan terbesar dan terlengkap di Indonesia ini.

“Secara bertahap, komoditas yang masuk ke pasar ekspor memang terus bertambah. Ini membuktikan, bahwa peran ekonomi Puspa Agro sudah bisa memberikan manfaat kepada para petani dan pedagang dan dunia bisnis agro,” katanya.

Ia tambahkan, saat ini Puspa Agro memang baru memasuki tahap pengoperasian pasar setelah masa pembangunan fisik akhir 2012 lalu. Kini, kata Muchibuddin, Puspa Agro lagi memasuki tahap pengembangan jaringan bisnis. Diharapkan, Puspa Agro bias berfungsi penuh sebagai pasar induk pada awal 2018. (sha)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>