Lagi, Jahe Puspa Agro Mengalir ke Bangladesh dan Pakistan

Persiapan ekspor ke Bangladesh.

Persiapan ekspor ke Bangladesh.

SURABAYA – Perlahan namun pasti. Peran ekonomi Pasar Induk Modern Agrobis Puspa Agro terus meningkat. Sejumlah komoditas agro yang ditransaksikan melalui Puspa Agro, tidak saja mengalir ke pasar lokal dan antarpulau, tetapi sudah menembus pasar ekspor ke beberapa negara tujuan.

Kali ini komoditas jahe gajah kembali menjadi favorit pelaku bisnis agro di Puspa Agro. Para buyer di beberapa Negara, seperti Bangladesh, Pakistan, Dubai, dan India memastikan diri memesan jahe gajah asal Jatim yang dihimpun oleh pelaku bisnis d Puspa Agro. Sebelumnya, komoditas kubis,  rumput laut, kemiri, pinang, kayu manis, kelapa juga menembus pasar ekspor dengan tujuan Taiwan, Hong Kong, Malaysia, dan Thailand.Cahyono, eksportir jahe gajah yang menjadikan Puspa Agro sebagai base camp bisnisnya mengungkapkan, hingga Desember 2014, ia mendapat order sebanyak 150 kontener (40 feet) @ 27 ton. Dengan demikian, proyeksi ekspor jahe gajah yang ia lakukan hinga akhir tahun ini mencapai 4.050 ton dengan tujuan ke Bangladesh dan India.

“Permintaan jahe di luar negeri sangat luar biasa besarnya. Sampai-sampai saya kerepotan cari barangnya,” ungkap Cahyono seraya menambahkan, dia juga akan mengembangkan pasar ekspor ke kawasan Eropa.

Untuk memenuhi pasar ekspor tersebut, Cahyono bekerja sama dengan para petani di sentra-sentra produksi jahe di beberapa daerah di Jatim. Di antaranya di Malang, Ponorogo, Lumajang, Bondowoso, Banyuwangi. Dari para petani, komoditas jahe itu lalu dihimpun di Puspa Agro, dibersihkan, di-grading sesuai spesifikasi yang diminta buyers di luar negeri, sebelum akhirnya di-packing untuk dikirim melalui kontener.

Eksportir lainnya, Deepa Devi juga mengaku menerima pesanan jahe asal Jatim dalam jumlah tak terbatas. Karena itu, ia siap menerima pasokan jahe gajah dari para suppliyer untuk memenuhi permintaan pasar ekspor yang luar biasa besarnya. Dikatakan, kini pihaknya mendapat order sebesar 100 kontener (40 feet) dengan total volume sekitar 2.700 ton.

“Sekarang saya memang butuh banyak jahe. Berapa pun banyaknya saya beli,” tandas Devi yang juga siap megembangkan ekspor komoditas pisang dan kelapa.

Sebelumnya ekspor jahe gajah juga dilakukan Herry Prasetyo, palaku bisnis agro lainnya di Puspa Agro. Lewat bendera Exotic Tropical  Rainforest (ETR) memberangkatkan jahe gajah juga ke Bangladesh. Dari negera tersebut, ia menerima order sebanyak 10 kontener atau 270 ton.

Herry menambahkan, dari Puspa Agro, ETR selama ini memang spesialis dan konsisten mengekspor sejumlah komodias hasil bumi atau rempah-rempah. Di antaranya kemiri, pinang, kayu manis, kentang, dan jahe. Adapun negara tujuannya, selain Bangladesh, adalah Malaysia, Singapura, dan beberapa negara di Asia Selatan.

Sementara Direktur PT Puspa Agro, pengelola Pasar Induk Modern Agrobis Puspa Agro, Abdullah Muchibuddin, mengatakan,  manajemen yang dipimpinnya akan terus mengembangkan fungsi ekonomi dan bisnisnya sebagai pusat transaksi komoditas agro. Karena itu, pihaknya juga terus memfasilitasi dan membuka akses pasar kepada para petani dan pedagang yang selama ini berbisnis di Puspa Agro.

“Secara bertahap, komoditas yang masuk ke pasar ekspor terus bertambah. Ini membuktikan, bahwa peran ekonomi Puspa Agro sudah bisa memberikan manfaat kepada para petani dan pedagang dan dunia bisnis agro pada umumnya,” ujarnya di kantornya, Jumat (4/7). (sha)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>