Lelang di Puspa Agro Bukukan Transaksi Rp 5,96 Miliar

Dua peserta lelang dimediasi oleh pemandu lelang.

Dua peserta lelang dimediasi oleh pemandu lelang.

PUSPA AGRO >> Penyelenggaraan lelang aneka komoditas berbasis agro atau pertanian yang digelar di Gedung Tani Puspa Agro masih menarik minat para pelaku bisnis di berbagai daerah Jatim. Terbukti, setiap digelar, realisasi transaksi yang disepakati para peserta lelang mencapai miliaran rupiah.

Saat dihelat Selasa (26/9/2017), lelang dengan sistem forward itu mampu membukukan transaksi sebesar Rp 5,96 miliar. Dari total transaksi itu, komoditas bawang merah mendominasi transaksi dengan nilai Rp 3 miliar (50,32%) dari volume 200 ton. Posisi kedua ditempati komoditas mangga dengan total nilai Rp 1,8 miliar (30,19%) dengan volume 300 ton.

Beberapa komoditas yang juga ditransasksikan adalah jagung senilai Rp 400 juta (100 ton), rumput laut yang ditransaksikan senilai Rp 450 juta dari 50 ton. Selain itu, ada komoditas kacang tanah, lengkoas, dan janggel. Sebenarnya potensi nilai transaksi lelang masih bisalebih besar lagi. Hanya saja, pada lelang kali ini, jumlah calon pembeli jauh lebih banyak ketimbang pemilik komoditas yang diikutkan lelang.

“Kami berharap, lelang ini bisa menjadi media untuk memaksimalkan transaksi di antara para pemain bisnis sektor agro ini. Dan kami berharap, nilai transaksi bisa terus ,meningkat,” kata Manajer Martketing dan Operasional Pasar PT Puspa Agro, Fatma Irawati Malaka, saat membuka lelang.

Pelaksanaan lelang, kata Fatma, merupakan salah satu komitmen manajemen PT Puspa Agro untuk meningkatkan  peran ekonominya dalam mengembangkan bisnis sektor agro di Jatim guna mendongkrak nilai tambah petani, peternak, dan petambak/nelayan. Karena itu, diharapkan para pelaku bisnis agro, baik pemilik barang maupun calon pembeli (buyers) bisa memanfaatkan peluang ini secara maksimal.

Menurut Kabag Pengawasan Pasar Lelang Komoditas Bappepti, Kementerian Perdagangan, Sentot Kamaruddin, lelang di Puspa Agro sangat bermanfaat, baik bagi petani pemilik barang maupun pembeli. Lewat lelang, mata rantai perdagangan bisa diperpendek, sehingga harganya pun bisa dikompromikan pada titik yang ideal. Ke depan, kata Sentot, Bappepti menyiapkan lelang secara on line yang  bisa diikuti oleh pelaku bisnis se-Indonesia.

Sementara Direktur Utama PT Puspa Agro, Abdullah Muchibuddin, merasa bersyukur atas minat pelaku bisnis agro yang selama pelaksanaan lelang terus meningkat. Ia berharap, momentum ini dimanfaatkan secara optimal oleh para petani dan pelaku bisnis agro. Dengan demikian, sebagai sala satu sarana perdagangan, lelang mampu mendongkrak daya serap hasil panen petani dan meningkatkan pendapatan mereka. (sha)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*