Puspa Agro Support Stabilitas Harga Bawang Putih

>> Bersama Mentan dan Gubernur, Gelar Pasar Murah di Pasar

 

PUSPA AGRO>> Manajemen Puspa Agro membantu upaya pemerintah menstabilkan harga bawang putih di pasaran. Hal ini dilakukan melalui operasi Pasar Murah komoditas itu di berbagai daerah di Jatim.

Pasar murah perdana digelar di Pasar Porong, Sidoarjo, Rabu (22/5/2019) sore. Menariknya, pasar murah itu disaksikan langsung oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Bahkan, kedua pejabat itu sempat melayani masyarakat yang membeli bawang putih dengan harga murah itu.

Sejak pukul 14.00, ratusan warga dan sebagian pedagang menyemut di titik dibukanya operasi pasar murah. Puspa Agro mendatangkan bawang putih sebanyak empat truk dengan volume sekitar 15 ton. Warga yang tak sabar ingin membeli bawang putih dengan harga murah itu mendesak petugas pasar murah untuk melayani mereka. Hanya saja, mereka belum bisa terlayani masih menunggu kedatangan Mentan Andi Amran dan Gubernuh Khofifah.

“Sabar, sabar Bapak/Ibu. Sebentar lagi Pak Menteri dan Bu Gubernur datang. Sabar nggih. Semua akan kebagian,” ujar Dirut PT Puspa Agro, Abdullah Muchibuddin, menenangkan warga.

Tepat pukul 15.15 WIB rombongan Mentan dan Gubernur datang. Massa pun makin menyemut untuk membeli bawang putih. Mereka berebut mendekati kedua pejabat itu untuk bisa membeli bawang putih dengan harga murah, hanya Rp 18.000/Kg. Sementara harga pasaran berada pada kisaran Rp 24.000- Rp 25.000/Kg.

Melihat begitu besarnya antusias warga untuk membeli bawang putih, Mentan Andi Amran dan Gubernur Khofifah sampai ikut melayani warga sebagai “pedagang” atau penjual. Sekitar 15 menit setelah melayani warga, keduanya lalu keliling pasar untuk melihat langsung kondisi pasar dan harga-harga kebutuhan sehari-hari, khususnya sembako. Dialog pun dilakukan untuk mendengar permasalahan yang dialami para pedagang Pasar Porong.

Mentan Andi Amran berharap, operasi Pasar Murah bawang putih ini berdampak pada stabilitas harga komoditas itu di pasaran. Hal itu disampaikan karena harga bawang putih dalam beberapa pekan sebelumnya sempat meroket hingga menyentuh Rp 75.000/Kg.

Sementara Gubernur Khofifah mengatakan, pihaknya terus melakukan operasi pasar murah begitu harga di pasaran melonjak dan tak terkendali. Untuk maksud itu, operasi pasar akan digelar di sejumlah daerah di Jatim, tidak hanya bawang putih, tapi sejumlah komoditas yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari, khususnya di sektor pangan.

Ke depan, untuk memaksimalkan upaya penstabilan harga komoditas pangan, kata Khofifah, sudah waktunya berdiri BUMD yang secara khusus concern pada masalah pangan. Bahkan, secara khusus ia berharap Puspa Agro yang sudah berpengalaman mengelola sektor pertanian, khususnya pangan, menjadikan dirinya sebagai BUMD pangan. Diharapkan, dengan adanya BUMD pangan, upaya stabilatas harga bisa dilakukan secara maksimal. (sto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*