Siapkan BUMD, Pemkot Bima Studi Banding ke Puspa Agro

                                                                    Rombongan Pemkot Bima ketika diterima di kantor Puspa Agro.

PUSPA AGRO>> Pemerintah Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan kunjungan studi banding ke Puspa Agro, Rabu (3/7/2019) siang. Didampingi dua pejabat Biro Perekonomian Provinsi Jatim, mereka berkunjung langsung ke home base Puspa Agro di Desa Jemundo, Taman, Sidoarjo, untuk menggali masukan sebagai persiapan mendirikan BUMD di kota itu,

Dipimpin Staf Ahli Walikota Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Imam Ahmad, rombongan  yang juga menyertakan pejabat Dinas Pertanian dan beberapa akademisi itu diterima oleh Direktur PT Puspa Agro, Dara Jingga  Wulandari, didampingi Manajer GALP, Fatma Irawati Malaka dan Humas, Suhartoko. Mereka banyak menggali informasi seputar pendirian perseroan, struktur organisasi, juga pengelolaan Puspa Agro terkait dengan misi membantu memasarkan hasil panen dan upaya peningkatan nilai tambah petani.

Rombongan foto bersama pimpinan Puspa Agro sebelum berpamitan.

Setelah “puas” menerima penjelasan manajemen Puspa Agro, rombongan juga meninjau langsung pusat perdagangan (pasar induk) yang dikelola Puspa Agro. Mereka juga meninjau beberapa fasilitas yang berada di Puspa Agro, di antaranya cold storage, pergudangan, dan lahan uji coba (penelitian) padi Ratun berteknologi R5 dan sejumlah budi daya sejumlah tananaman pertanian di kebun Puspa Agro.

“Luar biasa apa yang telah dilakukan dan dikembangkan di Puspa Agro ini. Banyak hal yang bisa kami contoh untuk bisa kami terapkan di Bima jika BUMD nanti berdiri,” ujar Imam Ahmad di sela perbincangan dengan pimpinan Puspa Agro.

Direktur Puspa Agro, Dara Jingga Wulandari, mengemukakan, sesuai amanat Pemprov jatim melalui perusahaan induk (holding)-nya, PT Jatim Grha Utama (JGU), pengelolaan Puspa Agro lebih fokus pada upaya membantu penyerapan dan memasarakan hasil panen petani, serta meningkatkan nilai tambah mereka.  Dalam perkembangannya, Puspa Agro dikelola sebagai sentra atau pusat pedagangan berbasis agro atau pertanian di jatim dan kawasan Indonesia Timur.

“Karena itu, kami banyak melakukan kerja sama dengan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) dan koperasi, serta mitra bisnis lainnya, untuk memaksimalkan peran kami dalam membantu petani di Jatim,” ujar Dara. (sto)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*