Profil Proyek

PROFIL PROYEK

Pusat Perdagangan Agro (Puspa Agro) dipersiapkan untuk dikembangkan dengan lahan seluas 50 hektar. Hingga 2016, lahan yang telah dikembangkan sekitar 22 hektar. Diproyeksikan sebagai pusat perdagangan aneka komoditas agro terbesar dan terlengkap di Indonesia, Puspa Agro dikelola dengan konsep mengintegrasikan berbagai produk agro dalam satu kawasan yang tertata rapi. Bahkan, untuk mengoptimalkan pengelolaannya, PT Puspa Agro, selaku pengelola megaproyek ini melengkapinya dengan berbagai fasilitas yang memadai.

Tentang latar belakang dibangunnya Puspa Agro, setidaknya terdapat empat hal yang mendasarinya. Pertama, melimpahnya produksi pangan dan hortikultura Jatim. Indikasinya, Jatim mampu memasok produk pangan dan hortikultura sekitar 35% terhadap stok nasional.

Kedua, masih terbatasnya akses dan kurangnya pasar yang representatif untuk memasarkan produksi atau hasil panen petani di Jatim. Ketiga, belum tersedianya tempat atau pasar khusus untuk memasarkan produk pangan dan hortilultura (agrobis) dalam skala besar. Dan keempat, masih terbukanya peluang untuk meningkatkan penjualan hasil pertanian, baik untuk skala regional, nasional, maupun internasional (ekspor).

Besarnya potensi dan peluang itulah yang mendasari pembangunan Puspa Agro. Lewat Puspa Agro, akan dibangun sektor pertanian modern yang berbudaya industri untuk mengembangkan industri pertanian berbasis pedesaan. Dengan demikian, pengembangan Puspa Agro tidak saja membuka peluang bisnis bagi investor, tetapi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lewat peningkatan nilai ekonomi produk yang dihasilkan.

Puspa Agro juga dimaksudkan mengubah pola pikir dan pola kerja petani yang sederhana menjadi petani modern, melalui akses pasar yang lebih luas. Selain itu, keberadaan Puspa Agro juga bisa dijadikan sarana untuk mendidik petani memperbaiki mutu produksinya. Pada gilirannya, hal itu akan berdampak pada peningkatan nilai tambah dan pendapatan mereka.

Tidak hanya itu, Puspa Agro ke depan juga diproyeksikan memberikan dampak dan kontribusi positif bagi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Jatim. Selain itu, juga bisa meningkatkan devisa dari hasil ekspor dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor ini.

Berbagai produk pangan dan hortikultura mengisi lapak-lapak dan kios di Puspa Agro. Di antaranya, beras dan palawija, buah-buahan, sayur, daging, ikan, ayam potong, telor, hasil perkebunan, dan aneka komoditas penunjang lainnya. Semuanya tertata rapi dalam lapak atau kios-kios yang disiapkan dengan proyeksi mampu menampung sekitar 2.000 petani dan pedagang. 

Selain itu, Puspa Agro juga menyiapkan dan mengoperasikan divisi trading house yang siap menampung hasil panen petani, peternak, dan nelayan di Jatim untuk mengembangkan akses pemasarannya. Untuk maksud ini, Puspa Agro menggandeng dan bekerja sama dengan sejumlah perusahaan pengelola katering nasional, rumah sakit, hotel, pabrikan dan sebagainya untuk memaksimalkan daya serap dan meningkatkan nilai tambah terhadap hasil panen mereka. (*)